Kasus Kecelakaan Tabrak Lari, Dan Ini Dasar Hukumnya!

Penanganan tabrak Lari
Kasus Tabrak Lari. Foto : www.medcom.id
 OtoAA.net - Kasus tabrak lari bukanlah hal baru di Indonesia. Setelah terlibat kecelakaan pelaku langsung meninggalkan lokasi kejadian.

Mengutip dari akun instagram @dikmaslantaspolri, para pelaku tabrak lari bisa dikenakan sanksi yang berat. Pasalnya, mereka melanggar UU no.22 Tahun 2009 pasal 231 ayat 1.

Pada ayat tersebut tertulis bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas wajib menghentikan kendaraan yang dikemudikannya, kemudian memberikan pertolongan kepada korban.

Tidak hanya itu, pengendara yang menabrak harus melaporkan kecelakaan kepada kepolisian terdekat dan memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Akun instagram resmi Subdit Dikmas Korlantas Polri juga menyebutkan bahwasannya sanksi yang akan diterima oleh pelaku tabrak lari tertuang di UU no 22 Tahun 2009 pasal 312 dengan isi berikut ini:

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang terlibat Kecelakaan Lalu Lintas dan dengan sengaja tidak menghentikan kendaraannya, tidak memberikan pertolongan, atau tidak melaporkan Kecelakaan Lalu Lintas kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia terdekat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231 ayat (1) huruf a, huruf b, dan huruf c tanpa alasan yang patut dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau denda paling banyak Rp75.000.000,00 (tujuh puluh lima juta rupiah)".

Itulah peraturan tentang tabrak lari, jadi anda tahukan jika terlibat kecelakaan lalu kabur akan ada hukumannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua, terimakasih.

0 Response to "Kasus Kecelakaan Tabrak Lari, Dan Ini Dasar Hukumnya!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel